Dwienabram’s Weblog











{April 15, 2008}   AYO CEGAH GLOBAL WARMING

Pemanasan global, jadi ngeh juga akan kejadian itu belakangan ini. Pas libur tanggal 10 Januari beberapa hari yang lalu, ada acara penanaman pohon oleh warga di lingkungan tempat saya tinggal. Anda bisa lihat dan baca berita fotonya di koran Radar Bogor 16 Januari halaman 19 kalau mau. 22 pohon buah (jambu jamaika, bisbul, rambutan, jeruk) yang ditanam diharapkan akan menjadi rindang lima tahun ke depan. Dengan adanya rimbunan pohon yang menutupi bumi, sengatan matahari bisa dikurangi dan air tanah bisa ditahan oleh akar-akarnya sehingga tidak numpang lewat begitu saja. Ngeri rasanya membayangkan bumi kita ini meleleh karena lapisan pelindung bumi yang suka disebut ozone menipis.

Memang tidak ada artinya apa yang saya atau, barangkali, anda lakukan dalam pencegahan pemanasan global yang sedang dan terus terjadi ini. Namun, bila masing-masing dari kita ini mau berperan aktif, tindakan komulatif ini meskipun tidak menghentikan minimal bisa mengurangi laju terjadinya pemanasan global.

Salah satu tindakan yang saya ambil, saya sedang mulai lagi mencoba mendaur ulang sampah organik yang berasal dari dalam dan sekitar rumah. Dulu proses pembuatan kompos sudah pernah saya coba tetapi hasilnya belum memuaskan. Barangkali dengan belajar lebih banyak tentang cara-cara sederhana, mudah, dan murah dalam membuat kompos yang saya dapatkan dari internet, keinginan saya untuk bisa membuat kompos dari sampah rumah tangga mudah-mudahan bisa terwujud.

Terakhir kemarin saya dapat forwardan email bagus dari teman tentang pencegahan global warming. Saya ingin berbagi dengan anda. Tindakan kecil sekalipun yang kita lakukan, saya yakin bisa ada efeknya. Dan itu upaya kita berterima kasih kepada bumi. Silakan anda baca kiriman di bawah ini, dicetak juga boleh, apalagi kalau mau menyebarluaskan baik via email atau fotokopian ke teman-teman anda di manapun berada.

Stop Global Warming! Help Us… Help You!
DO YOU KNOW THAT …..

  1. Ngga menancapkan colokan listrik walopun ketika alat elektronik itu dimatikan = menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan tiap bulannya…. Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik yang merembet ke pemanasan global!

  2. Kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA (tempat pembuangan akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia . Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat2 yang tidak semestinya. Dan 10kg kertas koran yang siap di jual loakan… itu membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10 taon untuk jadi besar. Bayangkan yang terjadi dengan ilegal logging how many trees has been cutdown for you? Imagine how they make the world hotter?

  3. Ketika kamu membeli 1 liter air mineral di supermarket = beli 5 liter air. Tanya kenapa? Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak, membutuhkan 5 liter air… cck cck cck… Kode botol apa yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda dibawah botol, cari nomor 2,3 atau 4…. selain nomor2 itu… they’re not safe, karena sama aja kamu makan plastik!!!!

  4. Tisue yang uda di pakai itu ngga bisa di recycle… begitu juga karton2 yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman… They’re only a waste… yang mau ngga mau tanahlah yang harus merecycle. Perkiraan orang memakai tisue 6 biji sehari. 2.200 biji setaun. Berarti kira2 44 MILIAR biji seluruh Indonesia setaun… Kalau kita menghemat 1 lembar ajah tiap hari… berarti kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7 MILIAR biji setaon… HEBAT KAN ?

  5. Be Green on ATM? Kalo di BCA kan ada yang ambil duit ngga pake receipt… atau be smart dong… Transfer lewat internet banking ato mobile banking…. 8 MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap taun adalah salah satu sumber sampah terbesar di dunia. Kalau selama setaon orang transaksi ngga pake kertas receipt, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari garis equator sampe 15 kali… ccck ccck

  6. Minimal punya 2 macam tempat sampah di rumah, membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah. Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan sampah kering (botol, plastik, kertas, kaca).
    Lebih baik lagi untuk memisahkan sampah menurut 4 kelas:
    Plastik (pembungkus makanan, kantong kresek, kantong belanjaan)
    Rumah tangga (tulang ayam, sisa capcay, makanan basi)
    Kertas (Pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang sudah dipakai)
    Buku bekas catatan, kertas2 tagihan, koran, kertas iklan… disendirikan untuk dijual
    Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca.
    Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman…



Bioethanol adalah bahan bakar alternatif yang dapat mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Terbuat dari bahan-bahan alami seperti jagung, gula, gandum, pohon sampai dengan minyak goring bekas pakai dengan melalui proses peragian, pengeringan dan penyulingan. Bahan bakar bioethanol sebenarnya telah dipakai dibeberapa negara. Khususnya Brasil yang telah berhasil menerapkan bioethanol yang terbuat dari tebu sebagai bahan bakar di negaranya selama 35 tahun. Dengan harga yang lebih murah dari bensin tapi memiliki kualitas yang bagus. Oleh karena itu Indonesia mengajak Brasil mengembangkan bioethanol sebagai bahan bakar nabati di tanah air. Kerja sama ini nantinya diserahkan kepada pihak Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebagai BUMN yang bergerak di bidang pergulaan dan PT RUTAN untuk pengadaan mesin pengolah bioethanolnya. Semoga berhasil untuk bapak pembangun bangsa..



{April 15, 2008}   PENCEGAHAN GLOBAL WARMING

Sebuah artikel berjudul Human waste can help save planet: Indian expert menceritakan bagaimana kotoran manusia dapat menyelamatkan bumi kita dalam mengurangi dampak pemanasan global. Beneran YOOOO?? Human waste? berarti ampas n kotoran tinja n urin kita donkk….

Pasti teman-teman semua tahu benar apa itu biogas. Biogas TUH gas yang terbentuk dari hasil dari kotoran (tinja) ternak yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar kompor yang saat ini mulai diterapkan di desa-desa Indonesia. Apa teman-teman semua pernah membayangkan bahwa manusia juga bisa berkontribusi menghasilkan biogas? Atau pernah terlintas dalam benak teman-teman semua bahwa senyawa komoditi industri (NH3) terkandung dalam jumlah yang besar pada urine yang teman-teman keluarkan?

Telah diperkenalkan sebuah sistem yang dapat mengubah kotoran manusia menjadi biogas dan pupuk sehingga dapat berkontribusi dalam mengurangi pemanasan global.

betapa pentingnya sebuah toilet bagi keselamatan bumi dari global warming. Sementara, di India sendiri akan memberikan kontribusi berupa sistem toilet yang secara organik akan mengubah kotoran manusia menjadi senyawa biogas yang dapat dijadikan tenaga listrik atau bahan bakar untuk memasak. Sedangkan cairan urine dari manusia dapat dijadikan berbagai macam pupuk.

40 kilometer di selatan Kota Tamil Nadu di Provinsi Tamil Nadu, India. Madhuranthaganallur merupakan salah satu dari ribuan desa yang terkena dampak musibah tsunami Aceh beberapa tahun yang lalu. Pasti teman-teman semua sudah tahu kan bahwa dampak tsunami Aceh yang dahsyat itu mencapai India dan sekitarnya. Dalam proses rehabilitasi desa dan pembangunan kembali, Desa Madhuranthaganallur melakukan pembangunan biogas toilet dimana limbah toilet tersebut dimanfaatkan untuk diolah menjadi methane (CH4) yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar memasak oleh masyarakat setempat.

Teman-teman semua akan sedikit geli membayangkan memakan makanan hasil masakan kompor bebahan bakar biogas produk MANUSIA. Tapi pada hakikatnya itu hanyalah persepsi belaka. Toh rumus senyawa kimianya sama.. Sumbernya saja yang berbeda.. Rasa makanannya juga pasti sama.. Hehehe..

aku juga sempat lihat di TVRI nasional, disana juga di praktekan cara membuat biogas sebagai bahan alternatif bahan bakar minyak serta batu bara yang notoben-nya dapat merusak keseimbangan kerusakan alam… sayangnya sih masih belum disosialkan  di tempat-tempat yang berpotensi penghasil ternak terbanyak di indoenisa cotohnya daerah sumbawa…NTB..NTT serta daerah transmigran di daerah perternakan!!! kan itung kita juga bisa menyelamatkan lingkungan kita juga memanfaatkan gas itus ebagai sumber bahan bakar tho…. jadinya kita bisa berhemat energi…



{April 15, 2008}   Global Warming Campaign!

what can we do?
Apa yang dapat kita lakukan?

Reduce Energy!
1. Pilih lampu dan alat elektronik hemat energi.
2. Buat jadwal/batas waktu penggunaan listrik.
3. Gunakan tangga ketimbang lift.
4. Gunakan sepeda /jalan kaki untuk perjalanan jarak dekat.

Reduce Water!
1. Tutup keran air dengan rapat. Saat cuci piring, buka tutup keran hanya saat membilas cucian (begitu juga saat sikat gigi)
2. Hemat air untuk mandi (pilih shower daripada bathtub!)
3. Pilih satu gelas untuk tempat minum Anda setiap hari.
4. Cucilah barang di bak cuci piring/ember yang sudah terisi air daripada di keran yang mengalir.
5. Gunakan air hujan untuk menyirami kebun/taman.

Reduce Waste! (nah, ini dia nih, bagian TCFT! :])
1. Hemat kertas dengan menggunakan kedua sisinya.
2. Daur ulang sampah rumah tangga menjadi kompos.
3. Buatlah komunitas hijau untuk menciptakan karya dari produk daur ulang.
4. Setiap mengadakan sebuah kegiatan, selalu bentuk pasukan kebersihan untuk menjaga lingkungan.
5. Saat berbelanja, pilih produk dengan kemasan minimal untuk mengurangi sampah.
6. Bawalah tas belanja sendiri agar meminimalkan penggunaan kantong plastik.
7. gunakan tissue secukupnya



{April 15, 2008}   CEGAH GLOBAL WARMING

Di Time dituliskan dengan judul seperti ini “The Global Warming Survival Guide”. Dari judul tersebut dinyatakan ada 51 cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah adanya Global Warming. Sory sebelumnya kalo aku ga’ nulis semuanya, ntar disangka jiplak dan plagiat dunk!tapi yang jelas ini merupakan salah satu usaha untuk mencegah percepatan Global warming, menurutku se…

  1. Menjadikan Bahan Makanan sebagai Bahan Bakar. Dengan bahsa gampangnya konversi bahan bakar dengan biofuel. Seperti yang pernah saya baca di majalah apa gitu saat ini jagung dapat digunakan untuk menghasilkan biofuel (setiap bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organic, src : wikipedia). Hal ini dikembangkan dinegara yang jauh disana, apalagi ada pendapat terbaru yang menyatakan bahwa sekam dari jagung jauh lebih baik untuk menghasilkan biofuel. Biofuel ini di Indonseia mulai dikembangkan dari Ubi.
  2. Get Blueprints For a Green House. Jadi ada aturan buat green house yang bener itu gimana sehingga fungsi-fungsi lingkungan bisa tetap terjaga. Mungkin seperti itu.
  3. Change Your Lightbulbs hal ini menyebabkan perpendaran cahaya yang memungkinkan pemborosan terhadap energi listrik yang digunakan. Aku ga’ begitu ngerti sama poin ini.
  4. Gunakan Lampu yang lebih ramah lingkungan untuk penerangan jalan, tempat-tempat umum, bahkan sampai ke rumah-rumah, misalnya menggunakan lampu LED.
    Ga’ nyangka kalo lampu LED bisa membantu mencegah Global warming, padahal katanya ibuku kalo belajar itu bagusan pake’ lampu yang balon itu, yang nyalanya warna kuning. Cos kalo lampu yang warna putih itu getarannya ato apanya ya… lebih cepet, jadinya kedip2 gt yang bikin ga’ bagus buat mata! Ini sih Cuma pengalaman pribadi yang ga’ tahu dasarnya apakah salah atau bener, dan penjelasan ilmiahnya juga males nyari

  1. Memberlakukan pajak untuk pengeluaran Karbon.
    Skenario yang dapat dilakukan diantaranya adalah membatasi emisi gas karbon yang dikeluarkan oleh setiap industri. Jika sebuah Industri mengeluarkan gas karbon kurang dari standar yang ditetapkan maka industri tersebut dapat menjual sisa karbon yang menjadi haknya. Sedangkan jika Industri yang mengeluarkan gas karbon melebihi batas yang ditentukan maka industri tersebut harus membayar ke pasar berapa kelebihan gas karbon yang dikeluarkan ke pasar. Hal ini akan memicu persaingan untuk menekan emisi karbon ke udara.
  2. Hilangkan Rumah Besar.
    Dapat diusahakan untuk membangun rumah dengan ukuran yang lebih kecil. Karena rumah yang besar akan memerlukan asupan energi yang lebih banyak untuk mendinginkan atau menghangatkan ruangan.


et cetera