Dwienabram’s Weblog











Surabaya (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan bantuan berupa sejumlah bibit pohon untuk penghijauan kampus Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) di wilayah Bumimoro, Surabaya, Jatim.

Bantuan tersebut diserahkan melalui Ajudan Presiden RI Kolonel Laut (P) Didit Hardiawan kepada Gubernur AAL Laksda TNI Soedjatmiko yang juga dihadiri Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) Sumantri Dipradja di Kampus AAL Surabaya, Selasa.

Kabagpen AAL, Mayor Laut (KH) Drs Yayan Sugiana menjelaskan, Presiden Yudhoyono semula akan membantu dana untuk penghijauan tersebut yang nantinya akan diwujudkan dalam bentuk tanaman keras di komplek AAL yang luasnya mencapai sekitar lima hektar itu.

“Mengenai jumlah pohonnya saya tidak tahu berapa, tapi yang jelas banyak untuk membantu upaya penghijauan di AAL ini. Ini merupakan kelanjutan dari proyek menanam pohon yang dilakukan warga AAL, Desember 2007 lalu yang saat ini sudah ada sekitar 1.000 pohon,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini seluruh anggota keluarga besar AAL secara teratur melaksanakan upaya penghijauan di lahan-lahan seputar kampus. Kawasan pantai dekat AAL telah lama menjadi habitat berbagai jenis burung. Guna menjaga kelestarian satwa tersebut, penghijauan lingkungannya harus diperhatikan.

“Mudah-mudahan dengan penghijauan di AAL ini juga bisa menyumbang oksigen untuk kota Surabaya yang semakin padat dan panas ini,” katanya.



Sebanyak 20 ribu pohon berbagai jenis di taman di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane wilayah Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Aksi penghijauan itu merupakan wujud kepedulian BRI (Bank Rakyat Indonesia) bekerjasama dengan Gerakan Penghijauan Bogor Jakarta dan sekitarnya serta Fakultas Kehutanan IPB (Institut Pertanian Bogor).

Penamaman pohon secara serempak itu, dipimpin langsuing oleh Dirut (Direktur Utama) BRI Rudjoto bersama Wali Kota Bogor H. Diani Budiarto dan Wakil Rektor IPB Asep Saefudin bersama ratusan Karyawan BRI pusat yang sengaja datang ke Bogor dan karyawan BRI Cabang Bogor, Minggu (28/11)

Dalam aksi itu juga melibatkan putra-putri Karyawan BRI yang khusus melakukan penanaman berbagai jenis bunga. Sedangkan 20 ribu pohon produktif yang ditaman antara lain pohon jambu, mangis, mangga, dan pohon jati yang ditanam di area seluas 5 ha yang ditanam di sepanjuang DAS Cisadane yang mencakup selain di Kelurahan Bubulak, juga wilayah Kelurahan Cilendek Barat, Balumbangjaya, Situgede, Kelurahan Sindang Barang Kota Bogor. Selain itu di Desa Cikarawang, dan Babakan Kabupaten Bogor..

Dirut BRI Rudjito mengatakan, aksi yang dilakukannnya itu dalam rangkaian memperingati 109 tahun BRI. ? Gerakan penanaman 20 ribu pohon merupakan titik tolak dari apa yang akan dilakukan untuk bisa ditindaklanjuti oleh Cabang-Cabang BRI yang berjumlah 4600 jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah seluruh pegawai 36 ribu. ?Kita juga akan mengajak kepedulian para nasabah BRI yang jumlahnya sekitar 35 jutaan di seluruh Indonesia, ? katanya.

. Seperti diketahui, kata Rudjito, bahwa Kota Jakarta setiap tahun selalu di landa banjir yang tidak karuan. Namun demikian semuanya itu mungkin akibat dari ketidak pedulian terhadap lingkungan. Karena itu gerakan penghijauan yang dilakukan di Bogor dimaksudkan sebagai salah satu upaya kepedulian BRI terhadap lingkungan.

Sementera Wakil Rektor IPB Asep Saefudin mengharapkan melalui Gerakan penghijauan peduli banjir Jakarta dan sekitarnya akan menambah ruang terbuka hijau untuk meningkatkan resapan air di daerah tangkan air Ciliwung dan Cisadane sehingga akan meningkatkan sesapan emisi karbon di udara. ? Kita juga berharap aksi penanaman pohon produktif itu dapat membangun pusat-pusat produksi buah-buahan dan mengembangkan hutan rakyat sehingga akan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Walikota Bogor H. Diani Budiarto berharap aksi itu jjangan hanya sekedar sebuah kampanye penghijauan bantaran sungai Cisadane dalam upaya menjaga keseimbangan kualitas sumber daya alam dan lingkungan. Tapi, harus bisa ditindak lanjuti dengan kegiatan yang konsisten dalam merawat seluruh tanaman yang ditanam sehingga akan tumbuh dengan subur.

Diani mengakui, selama ini Bogor selalu dituding bahwa banjir yang kerap kali terjadi di Jakarta merupakan kirimaan dari Bogor. Dan, kita hanya bisa menjawab bahwa banjir itu kiriman dari puncak Kabupaten Bogor. Padahal sebenarnya Kota Bogor sendiri belum bisa berbuat banyak membantu permasalahan banjir yang terjadi di Jakarta. Kendati selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sendiri telah mengeluarkan aturan kepada setiap pengembang bahwa yang akan membangun perumahan di wiilayah Kota Bogor diwajibkan untuk menanam pohon. Tapi itupun kalau terkontrol, sebaliknya kalau tidak terkontrol dan banyak pohon yang mati dibiarkan begitu saja. Belum lagi banyak area-area di Kota Bogor yang sudah tidak menghijau lagi

Karena itu, tambah Diani, kerjasama yang dilakukan BRI dengan IPB merupakan salah kontribusi untuk memicu dan memacu warga Bogor yang sangat berharga.



Sabtu, 10 Februari 2007, bertempat di Jalan Tamansari, Himpunan Mahasiswa Planologi (HMP) mengadakan acara penghijauan. Acara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan dibuka oleh walikota Bandung, Dada Rosada.

Penghijauan dilakukan di sepanjang Jalan Tamansari, dari depan Kafe Halaman dampai dengan depan Kebun Binatang. Jenis tanaman yang ditanam adalah pohon tanjung, sebanyak 145 buah, baik berupa bibit maupun pohon. Tanaman yang ditanam dipagari dan diberi poster yang berisi himbauan untuk tidak merusak dan merawat tanaman tersebut.

Acara ini selain melibatkan massa HMP, juga elibatkan elemen kampus lain seperti Program studi Teknik Lingkungan ITB, dan juga pihak dari luar ITB. HMO turut mengundang siswa dari SD, SMP dan SMA, serta dari LSM. Tampak pada saat penanaman siswa dari SD Banjarsawi, SMPN 13 dan SMAN 5 Bandung. Sementara untuk LSM, HMO mengundang NuGreen, LSM yang menaruh perhatian dalam hal penghijauan.

Planosphere IV adalah salah satu acara rutin dari HMP. Untuk Planosphere 4 ini, ada empat kegiatan utama. Yang pertama adalah penghijauan yang dilaksanakan hari ini. Yang kedua adalah lomba gambar untuk tingkat Sekolah Dasar. Acara ini dilakukan 11 Februari 2007 di McDonald gatot Subroto. Selanjutnya adalah Seminar Nasional dengan tema Perumahan pada tanggal 15 Februari 2007. Penutupnya adalah eksekursi HMO ke Bumi Serpong Damai (BSD) yang akan dilakukan keesokan harinya, 16 Februari 2007



Penghijauan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan di Kota Bekasi membutuhkan waktu 100 tahun. Sebab kemampuan pemerintah daerah setempat hanya menanam 4.500 batang pohon per tahun. Sementara kebutuhan penghijauan keseluruhannya 450 ribu batang pohon.

“Butuh waktu lama,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dudy Setyabudhi kepada wartawan pada acara Hari Cinta Puspa dan Satwa Jumat (23/11). Dia mengatakan alokasi dana dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengembangan lahan hijau dalam kota sangat terbatas.

Dalam acara itu, Pemerintah Kota Bekasi bekerjasama dengan PT Bakrie Pipe menanam 1.000 batang pohon. Terdiri atas 400 pohon dari pemerintah, dan 600 pohon bantuan dari pihak swasta itu. Jenisnya antara lain, pohon Mangga, pohon Mahoni, pohon Cempaka, pohon Bintaro, dan pohon Jatimas.

Menurut Dudy, lahan hijau yang tersisa di Kota Bekasi saat ini jauh dari ideal. Seharusnya, dari 21 ribu hektar luas wilayah, sejumlah 60 persennya adalah pemukiman, dan 40 persen kawasan hijau. “Realitasnya lahan hijau di Kota Bekasi kurang dari 20 persen,” katanya.



Denpasar (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan setiap Desember dapat menjadi bulan gerakan penanaman berbagai jenis pepohonan, guna mengubah wajah negeri Kepulauan Nusantara menjadi rindang.

“Dalam Desember ini telah ditanam tidak kurang dari 89 juta pohon dan gerakan penanaman itu diharapkan bisa dilakukan setiap tahun dengan menanam pepohonan yang jauh lebih banyak,” kata Presiden Yudhoyono di Denpasar, Bali, Selasa.

Ketika berdialog dengan sejumlah siswa, guru dan LSM peduli lingkungan dalam rangkaian menerima 15 peserta kampanye bersepeda Jakarta-Bali (bicycle for earth goes to Bali) itu, Presiden mengakui gerakan penghijauan dalam dua hingga lima tahun itu belum banyak memberikan manfaat.

Meskipun demikian, upaya itu terus dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan semua pihak, sehingga dalam waktu 25-30 tahun mendatang akan mampu mengubah wajah Indonesia menjadi sehat dan ramah lingkungan.

“Sekarang ini perlu aksi nyata, bukan lagi komitmen dan kemauan, tetapi langkah nyata untuk ikut menahan pemanasan global,” ujar Presiden, yang didampingi Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Polhukam Widodo A.S, Mensesneg Hatta Radjasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan Gubernur Bali Drs Dewa Beratha.

Kepala Negara juga menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat agar memiliki kesadaran tinggi untuk melakukan berbagai kegiatan guna menyelamatkan lingkungan dan bumi, salah satu di antaranya gerakan penghijauan dengan berbagai jenis pepohonan.

Selain itu juga mengharapkan masyarakat untuk terus melaksanakan gerakan hemat energi, dengan cara mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang berasal dari bahan fosil.

Untuk itu generasi muda hendaknya dapat melakukan inovasi teknologi dan mengubah gaya hidup mulai dari sekarang, guna mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan serta menyukseskan gerakan hemat energi.



et cetera